//
you're reading...
Uncategorized

Profesional..???

Kata “profesional” masih mengelitik saya untuk mengetahuinya ketika seseorang mengartikan dengan “sejumlah uang”. Apa iya profesional hanya ada ketika kita tahu akan dibayar dengan sejumlah uang yang kita anggap pantas/sesuai…?? Bagaiman dengan pegawai yang sudah digaji setiap bulannya…?

Mengutip arti dari profesional menurut Wikipedia “Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut “profesional” dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.
Karyawan Profesional adalah seorang karyawan yang digaji dan melaksanakan tugas sesuai Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk Teknis) yang dibebankan kepada dia. Sangat wajar jika dia mengerjakan tugas diluar Juklak dan Juknis dan meminta upah atas pekerjaanya tersebut. Karena Profesional adalah terkait dengan pendapatan, tidak hanya terkait dengan keahlian”.
Melihat keterangan tersebut ada peristiwa tawar menawar yang kemudian antara kaum profesional dengan pemakai jasa/produknya.
Bagaimana dengan seorang karyawan yang sudah terikat dalam kontrak kerja..? Seharusnya profesional karena memang sudah mengetahui upah yang akan diterimanya setiap bulannya sesuai dengan tugas yang harus dilaksanakannya menurut kontrak kerja.
Defenisi lain tentang profesional pegawai menyebutkan bahwa profesiobal adalah orang yang terampil, handal dan sangat bertanggungjawab menjalankan profesinya.
Seorang profesional harus dapat (1) memberi makna dan menempatkan IPTEK yang memberikan manfaat maksimal bagi dirinya sendiri maupun organisasi atau perusahaan dimana ia bekerja serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat; (2) mencerminkan sikap dan jati diri tehadap profesinya dengan kesungguhan untuk mendalami, menguasai, menerapkan dan bertanggungjawab atas profesinya; (3) memiliki sifat intelektual serta mencari dan mempertahankan kebenaran; (4) mengutamakan dan mendahulukan pelayanan yang maksimal di atas imbalan jasa, tetapi tidak berarti bahwa jasanya diberikan tanpa imbalan.
Tidak mudah untuk menjadi profesional , berikut beberapa cara/tips untuk menjadi karyawan profesional (1) ciptakan image profesional (busana yang tepat dan tepat waktu); (2) jadilah orang yang didatangi (ramah, berpengetahuan, dan selalu siap membantu); (3) punya rasa memiliki (tanggung jawab, tugas tepat waktu dan memuaskan); (4) network lebih efektif; (5) pengetahuan terkait karir dan keterampilan kerja selalu berkembang.
Melihat kriteria dan cara tersebut di atas, ternyata tidak mudah menjadi orang/pegawai yang termasuk dalam kategori profesional, tidak semudah menyebutkan kata-katanya…..
(motivasi diri untuk terus menuju dan menjadi profesional)….

About eva umar

PB SKB Jakarta Selatan P3PNFI DKI Jakarta

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Januari 2013
S S R K J S M
« Nov   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Eva Umar

%d blogger menyukai ini: